Showing posts with label mobnas. Show all posts
Showing posts with label mobnas. Show all posts

Thursday, February 24, 2011

Majukan Mobnas, Indonesia Perlu Revolusi Kepada Dominasi Mobil Jepang dan Korea

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Sudirman MR menyatakan, produsen otomotif membutuhkan dana setidaknya sekitar USS 50 juta untuk memproduksi mobil nasional yang harganya murah, seperti yang diwacanakan pemerintah.

"Dana itu hanya untuk membeli robot perakit dan mesin pengelas, dan pengecatan, belum sampai pada tahap produksi massal," ujarnya di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dia mengungkap, akibat besarnya investasi, membuat produsen memilih sikap menunggu kebijakan pemerintah. Alasannya, kalangan produsen khawatir investasi akan menguap jika produsen terjun langsung tanpa ada kejelasan peraturan dari pemerintan. "Kalau peraturan feasible baru kita bicara produksi massal. Apa yang dapat diberi oleh pemerintah kami belum tahu," jelasnya.

Sudirman mengaku, definisi mobil murah dan ramah lingkungan ("low cost and green car") yang tengah digodok pemerintah belum jelas. Dia meminta, pemerintah mengajak Gaikindo berdiskusi dalam merusmuskan peraturan mobil murah.

Dalam kesempatan itu, Sudirman juga mengungkap. Gaikindo memangkas target ekspor mobil dalam bentuk utuh (completely built up/CBU) dari 100 ribu unit menjadi sekitar 65 ribu unit tahun ini, menyusul rendahnya realisasi ekspor sampai Agustus. "Saya rasa agak berat untuk capai 100 ribu. Tadi teman-teman sudah bicara ekspor di angka 65 ribuan unit," imbuh dia.

Berdasarkan data Gaikindo, ekspor mobil CBU sampai Agustus n.-iik 60.1% menjadi 49.427 unit, dibanding periode sama tahun lalu 30.858 unit.

Dia menerangkan, perekonomian negara tujuan ekspor belum sepenuhnya pulih dari tekanankrisis finansial global 2009. Ini membuat pabrikan mobil lokal sulit menggenjot ekspor.

Walau begitu, tutur Sudirman, kinerja ekspor mulai bangkit memasuki paruh kedua tahun ini. Buktinya, pada Agustus lalu ekspor mobil meroket 122,6 persen menjadi 7.279 unit dibandingkan Agustus 2009 yang hanya 3.269 unit.

Adapun mobil yang diekspor terurai atau completely knocked down (CKD)sepanjang Januari-Agustus 2010 mencapai 38.238 unit dan ekspor komponen otomotif mencapai 237.756 unit

Senada dengan Sudirman, Chief External Affairs PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), produsen Toyota di Indonesia, Irwan Priyantoko menyatakan, ekspor mobil mulai meningkat memasuki semester II. Ini terlihat dari lonjakan order dari beberapa wilayah seperti Timur Tengah dan Asean.

"Apalagi pada bulan lalu kami mendapat tambahan order Fortuner sebanyak 1.000 unit ke beberapa negara Timur Tengah, sehingga ekspor otomatis terdongkrak," kata Irwan.

Irwan memprediksi tren peningkatan ekspor akan terus berlanjut hingga akhir tahun. Manajemen TMMIN menargetkan total ekspor pada 2010 dapat mencapai 41.400 unit dari total produksi TMMIN 108 ribu unit.

Beberapa mobil rakitan lokal yang diekspor dalam bentuk utuh antara lain Suzuki APV, Toyota Kijang Innova, dan Daihatsu Gran Max, Toyota Avanza, Toyota Fortuner, Toyota Rush; Suzuki APV, Suzuki Swift; dan Honda Freed. Ekspor mobil mengarah ke beberapa negara, seperti Malaysia, Thailand, Jepang, Mesir, Yaman, Uni Emirat Arab, Kuwait, Mesir, Oman, Arab Saudi, dan Afrika Selatan.

Target DAIHATSU

Di sisi lain, Sudirman yang juga menjabat wakilpresiden direktur PT Astra Daihatsu Motor (ADM), produsen mobil Daihatsu dan Toyota menerangkan, ADM menargetkan produksi tahun ini dapat menembus 280 ribu unit, naik 21,4% dibanding 2009 sekitar 220 ribu unit. "Produksi naik selaras dengan bergairahnya pasar mobil domestik," ujarnya.

Sudirman menuturkan, produksi sempat menyentuh angka 19.810 unit, teredah sepanjang tahun ini. ADM memproduksi 6.584 unit Daihatsu untuk domestik dan 590 unit untuk ekspor. Selain itu, produksi merek Toyota di pabrik ADM mencapai 9.740 unit dan Toyota untuk ekspor 2.266 unit.

Menurut Dia, rendahnya produksi pada bulan lalu tak lepas dari pendeknya hari kerja akibat libur Lebaran. Kondisi ini membuat produksi tidak dapat digenjot, sehingga pengiriman mobil ke dealer berkurang. "Konsumen juga sedang konsentrasi untuk Lebaran, sehingga pasar mobil lesu. Tapi, produksi pada Oktober akan balik ke angka 20 ribu unit," jelas dia.

Hingga September 2010, produksi ADM mencapai 211.814 unit. Alokasi merek Daihatsu untuk pasar domestik mencapai 75.507 unit dan ekspor 4.995 unit. Sedangkan produksi Toyota mencapai 109.204 unit untuk pasar domestikdan 22.108 unit untuk ekspor.

ADM memproduksi Toyota Avanza, Toyota Rush, Daihatsu Xenia, Daihatsu Terios, dan Daihatsu Gran Max. Pabrik ADM di Sunter, Jakarta Utara, memiliki kapasitas terpasang 211 ribu unit, terbesar di Tanah Air.

Sudirman menyatakan, ADM akan meningkatkan kapasitas pabrik menjadi 286 ribu unit mulai semester 11-2010. Saat ini proses ekspansi sudah mencapai 70%. "Ekspansi kemungkinan akan rampung pada Februari tahun depan, lebih cepat dibanding proyeksi semula, yaitu Maret," tegas dia.

Thursday, April 1, 2010

Jadi Taksi: Dukung produksi massal mobnas pemerintah bisa tiru jepang dan Inggris

Taksi dibeberapa negara sudah diwajibkan untuk ikut serta dalam komitmen pelestarian lingkungan. Karenanya sejumlah perusahaan taksi dunia sudah menggunakan mobil bertenaga listrik.

Bila beberapa waktu lalu sempat muncul taksi yang menggunakan Mitsubishi i-MiEV di Jepang, kini Inggris pun mulai menerapkan hal serupa. Hanya saja bukan mobil listrik Mitsubishi tersebut yang digunakan, melainkan Mercedes-Bez Vito bermesin elektrik.

Hebatnya, program sosialisasi penggunaan taksi elektrik ini dibiayai oleh Goverment Advantage Niche Vehicle Research & Development Programme, di London, Inggris.



"Kami ingin di London taksi sudah menggunakan mobil listrik pada 2012 mendatang," ungkap Sales and Marketing Director of Zytek Automotive, Steve Tremble, seperti dikutip dari Autoevolution, Jumat (2/4/2010).

Mercedes menyebut taksi elektirk ini E-Vito. Mobil itu mampu mengangkut hingga enam orang sejauh 120 km dalam sekali pehgisian baterai listriknya. Bila baterai habis, dapat diisi ulang lagi dengan memakan waktu enam jam.

E-Vito menggunakan motor listrik bertenaga 75kW (95hp) yang disuplai dari baterai Li-ion yang mempunyai power 35 kWh. Untuk motor listrik dipakai keluaran Zytek, sementara baterai listriknya dipasok dari Valence.



Sedang transmisi E-Vito, pabrikan Jerman itu memilih merek Vocis yang disuplai oleh Graziano. Selain itu, disematkan pula teknologi yang memungkinkan roda belakang bisa membelok. Dengan begitu radius putar E-Vito bisa mencapai 7,6m.

Posisi motor listrik terpasang di atas mesin dan ada penambahan air untuk mencegah panas dari mesin. Kabel-kabel listrik bertegangan tinggi dan rendah saling berhubungan. Begitu juga sistem lainnya seperti ABS (antilock braking system), ESP (electronic stability program) dan OBD (onboard diagnotics).

Untuk memuluskan proyek kendaraan listrik ini, Mercedes-Benz Inggris memberi kepercayaan kepada Zytek, Valence Technologies & Penso. Untuk pemasaran akan diserahkan kepada Zyteck.

Saturday, March 27, 2010

Signalauto.net ready to support "mobnas project"

In their release in "mobnas" facebook, signalauto.net express their support and readiness to take part in the building of "mobnas project".

signalauto.net or SIGNAL KUSTOM BUILT was found in Bandung, Indonesia. Opened in 2005, They became the leader in auto modification and custom painting in town. They had rebuilt and won many contest cars, especially well known by the extreme transformation of ‘97 Panther Pick Up into Hummer H2 SUT. With their product quality, team creativity, and variety of design, they could transform any vehicle into a unique work of art.

More

Tuesday, March 23, 2010

Pelan Tapi Pasti, Mobnas Akan Terwujudkan

Usaha menciptakan mobil Indonesia dengan harga terjangkau terus berlanjut. Riset menjadi unggulan nasional.

Pagi itu, 18 September 2003, langit di Lingkungan Industri Kecil (LIK) Takaru, Kelurahan Dampyak, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, terlihat cerah. LIK, yang berdiri sejak 1982 di atas lahan lebih dari 9 hektare, mulai terlihat denyutnya. Ramai dengan suara mesin las, bubut dan gergaji yang menderu. Suara riuh ini seakan menyambut pencanangan proyek kerja sama produksi dan pemanfaatan engine multiguna antara PT Surya Pantura, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Pemerintah Kabupaten Tegal, yang ditandatangani pada hari yang sama.

Berbeda dengan proyek mobil nasional (Mobnas) -diputuskan melalui Inpres No. 2/1996- yang mengimpor langsung produknya dari Korea Selatan, dalam rencananya kali ini, Kamsi Ranosaputro, Direktur Utama PT Surya Pantura, tidak muluk-muluk. Ia ingin melibatkan industri hulu sampai hilir yang ada di Tegal dengan melibatkan ratusan pengusaha kecil yang tergabung dalam Lingkungan Industri Kecil (LIK) Takaru melalui cluster system. Menurut Dinas Perindutrian Perdagangan dan Tenaga Kerja. Kab. Tegal, 2.761 perajin logam akan terserap dalam proyek ini. Rancang bangun mesinnya 100% dikerjakan oleh putra Indonesia. Produknya berupa mobil angkutan ekonomis yang terjangkau bagi dunia usaha. Bekerja sama dengan Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT), Kamsi menjagokan mesin aluminium mulitiguna 500cc.

Mesin ini dirancang oleh nama yang tak asing lagi di industri otomotif nasional, Suparto Soejatmo, Presiden Direktur PT Indo Tekno Mandiri (ITM). Mantan Direktur Utama PT Timor Distribusi Nasional ini memperoleh bantuan dari DR. Utama H. Padmadinata, Director For Material Technology Center, BPPT dan tim. ITM telah menghasilkan sejumlah mesin yang beberapa di antaranya sudah diproduksi masal.

Mobil Indonesia

Dalam wawancara dengan BusinessWeek Indonesia bulan lalu, Suparto bersemangat mewujudkan proyek ini guna menghadirkan mobil yang bisa dibeli oleh masyarakat. “Mobil Indonesia”, demikian Suparto menyebutnya. Mesin 500cc sengaja dipilihnya,”Supaya tidak head on dengan saudara-saudara tua kita,” tuturnya. Di Indonesia saat ini belum ada mobil yang bermain di kelas 500cc. Pesaing terdekatnya adalah Daihatsu Ceria 600 cc. “Tapi itu di Malaysia. 600cc versi yang paling murah, di sini mereka tidak masuk,” ujar Suparto. Selain cc yang rendah, desain mobil juga dibuat serbaguna. “Sehingga selain bisa untuk mobil penumpang, mobil ini juga bisa dipakai untuk mengangkut produk-produk pertanian,” tuturnya.

Kemampuan Suparto untuk merancang bangun mesin tidak lagi diragukan. Ia sudah merancang 4 buah mesin, diantaranya adalah mesin 1 silinder disel horizontal—yang sudah menjadi prototype dan diproduksi untuk alat pertanian oleh PT Nefa, di Tegal—mesin disel 1600cc dan 1300cc 4 silinder Indirect Injection (IDI) dan mesin disel 5 silinder 2500cc Direct Injection, twin cam, 4 valve yang dilengkapi turbo intercooler, serta mesin motor bensin 2 silinder 500 cc, yang sekarang menjadi proyek unggulan RUSNAS (Riset Unggulan Strategis Nasional) BPPT. “Dengan blok yang sama, mesin itu bisa menjadi mesin disel dengan perubahan yang sangat minor, dan bisa double, ke gas dan bensin,” ujar Suparto.

Kerjasama Suparto dengan BPPT dimulai pada 2001. Saat itu Suparto diundang BPPT untuk menghadiri satu seminar mengenai riset material. Di sana Ia bertemu DR. Utama, Direktur Teknologi Material BPPT. Proyek mesin aluminium yang dikerjakannya mendapat dukungan dari material yang kebetulan telah dikaji BPPT. Posisinya sebagai salah satu Ketua Jaringan Usaha Mandiri Indonesia (JUMI) kemudian membawanya bertemu dengan Menristek Hatta Rajasa dan membuat proyek ini menjadi Riset Unggulan Nasional (RUSNAS).

Menurut Utama, dalam wawancara dengan BusinessWeek Indonesia, program RUSNAS yang dimulai pada 2002 merupakan bentuk dari misi BPPT menjadi agen pembangunan dan mitra terpercaya bagi industri di bidang teknologi. Proses merancang mesin dan membuat prototype engine pertama, telah selesai Desember, 2003. “Kalau dilihat dari siklus mesin, kita tidak mulai dari nol,” ujarnya, karena itu, setelah proses rancang bangun mesin dari PT ITM jadi, “BPPT punya kewajiban untuk mewujudkannya,” tambahnya lagi. Dari prototype pertama, menurut Utama, akan dilakukan modifikasi dan pengujian di Balai Teknologi Thermodinamika Motor dan Propulsi. Pengujian ini meliputi simulasi beban, tanjakan, turunan dan emisi. Setelah itu baru diuji jalan. “Kita sudah ada satu MOU dengan Kancil, yang sekarang menggunakan mesin dari Jepang,” ujarnya.


Rp2,5 miliar

Kementrian Riset dan Teknologi bertanggung jawab atas dana program RUSNAS ini. Pada 2002 BPPT dan ITM telah memperoleh bantuan sebesar Rp500 juta, ditambah Rp1 miliar pada 2003.. Tahun ini, BPPT berencana mengajukan dana sebesar Rp 1 miliar untuk pembuatan prototype tahap ke-2. Dana ini menurut Utama tinggal menunggu persetujuan dari Direktorat Jenderal Anggaran, Departemen Keuangan.

Masalah pendanaan ini pula yang jadi keluhan Suparto. ITM mengajukan dana Rp1,5 milyar untuk rancang bangun prototype kedua,. “Kalau anggarannya ditekan, produksinya akan jelek,” ujar Suparto. Biaya terbesar ada di pengadaan peranti lunak asli yang seharga $70 ribu. Menurut DR. I Nyoman Jujur, Material Engineer, BPPT, apabila dana tersedia, diharapkan target uji tahun ini bisa terlaksana. “Selanjutnya kita akan membuat kira-kira 10 prototipe lagi,” tutur Nyoman. Pada Oktober tahun ini, BPPT akan mencoba mengganti penggunaan bahan bakar bensin dengan bahan bakar gas. “Kita juga mencoba mengganti karburator menjadi injection untuk mengantisipasi aturan pemerintah pada 2005,” tuturnya.

BPPT menargetkan konten lokal di atas 90%. Dengan kondisi ini, menurut Utama, proyek ini bisa bermanfaat bagi industri komponen di Tanah Air dan menciptakan lapangan kerja. “Itulah tujuan utama BPPT, sehingga IPTEK benar-benar bisa teraplikasi ke masyarakat,” ujarnya. Untuk mewujudkannya butuh waktu yang panjang. “Secara bertahap bisa 10 tahun,” ujar Suparto. Ketika mesin sudah jadi semua lalu tergantung pada investor seperti Kamsi. “BPPT bukan investor, mereka membantu kita. Kalau tidak ada BPPT pun kita jalan, tapi pelan-pelan,” ujar Suparto. Dengan adanya BPPT dan RUSNAS proyek ini diharapkan lebih cepat terlaksana.

Kuncinya ada di niat politik pemerintah. Menurut Suparto, harus ada komitmen bersama dari pihak-pihak terkait, termasuk lembaga internasional supaya tidak ada pihak yang merasa dirugikan. “Kita tidak akan minta proteksi. Tapi pemerintah bisa bilang ke WTO untuk mobil 500cc, pajaknya sekian,” ujarnya. Suparto juga tidak takut bersaing. “Saya siap diadu, kalau mesin saya jelek, masak ada orang Iran datang ke saya, juga orang Turki dan China?” tambahnya lagi. Rancang bangun mesin PT ITM, menurut Suparto, selalu memakai standar internasional. “Tapi ada yang saya rubah sehingga cocok dengan iklim yang ada disini,” ujarnya. Mesin 1240 cc, yang dulu dipesan untuk Timor—dan rencananya menjadi proptotype mobil nasional—kini telah jadi dalam bentuk satu unit mobil utuh dan sudah digunakan.

Dari sisi investor, Kamsi menyatakan siap. Walau tidak menyebut angka, PT Surya Pantura menurut Kamsi sudah mengalokasikan dana untuk memproduksi 5000 unit mesin per tahun. Kegiatan pabrikasi untuk proyek otomotif ini, menurut Kamsi, sudah dipersiapkan sejak November tahun lalu dan rencananya dimulai pada Juni tahun ini. Dari sketsa yang diperoleh BusinessWeek Indonesia, mobil ini akan dibuat dengan berbagai varian seperti sedan, pick up, dari mulai yang sederhana hingga yang mewah. Model awal rencananya akan dijual dengan harga di bawah Rp30 juta. Dengan disertai sertifikasi dari BPPT, Deperindag dan Departemen Perhubungan, mobil ini siap mengisi ceruk pasar mobil murah di Indonesia—demi mewujudkan sebuah mimpi, “Mobil Indonesia”.

“ Harus Jadi Prioritas ”
Soehari Sargo, Pengamat Otomotif, tanggal 27 Januari di Jakarta

Ada rencana membuat mobil nasional 500 cc. Apakah bisa bersaing?

Sebetulnya, kebutuhan Indonesia begitu besar, dari Jaguar di kota besar sampai yang paling sederhana di pelosok-pelosok. Jadi peluang pasarnya ada, karena kalau kita lihat di daerah-daerah, daya belinya sangat rendah dan juga kondisi infrastruktur masih sangat sederhana. Yang penting, pola transportasi atau pola penggunaan kendaraan berbeda dengan yang ada di kota-kota. Kalau di desa, mereka menggunakan kendaraan tidak hanya untuk pribadi tapi juga untuk mengangkut barang. Masuk ke sawah-sawah. Sehingga, akan sangat bermanfaat kalau ada kendaraan yang membantu dalam kelas harga maupun dalam fungsinya. Sebagai contoh di Jepang. Waktu Jepang baru selesai perang, ada kendaraan-kendaraan kecil, bahkan bemo, seperti Mazda kotak dsb. Demikian juga di India dan Thailand. Jadi kalau dilihat dari situ, seharusnya peluang pasarnya ada.

Apakah tidak akan bersaing dengan mobil sejenis yang cc-nya sama, yang akan datang dari Cina?

Itu juga menarik untuk dilihat. Namun untuk sementara ini, nampaknya belum ada. Pemain-pemain ini lebih banyak memperhatikan segmen sedan yang di atas 1500cc, itu satu. Yang kedua, China misalnya, sekarang lebih banyak memperhatikan pasar dalam negerinya yang sudah mencapai 4 juta dalam setahun. Walaupun daya beli masyarakat China masih agak rendah, permintaan begitu besar. Pemain-pemain otomotif dunia juga tidak meminati yang (cc-nya) kecil-kecil ini.

Apakah program ini membutuhkan proteksi dan dukungan penuh dari pemerintah?

Saya melihatnya bukan proteksi seperti yang berlaku dulu, tapi lebih pada pengembangan pasar. Misalnya, KUD dan usaha kecil mendapat fasilitas yang lebih baik untuk memiliki kendaraan. Kalau fasilitas dari sisi perpajakan saya kira itu sudah karena semua diproduksi di dalam negeri. Ada sebagian kecil yang diimpor tapi bea masuknya rendah. Sebentar lagi pasti nol dan karena itu tidak akan terkena pajak barang mewah hanya PPN saja. Jadi dalam konsep seperti itulah yang dimaksudkan sebagai proteksi. Kalau saya mengatakannya prioritas.

Bagaimana political will dari pemerintah karena ini sekarang ‘kan menjadi RUSNAS?

Yang masih ditunggu adalah kesinambungan dari program RUSNAS sampai ke kebijakan industri dan perdagangannya. Nah, ini yang belum. Itu urusannya kabinet.

Kalau melihat daya beli masyakarat, mobil dengan harga berapa yang mampu terserap oleh pasar?

Sekarang kalau dilihat pasarnya, kira-kira 70% penjualan ada di Jabotabek dengan harga rata-rata antara Rp150-200 juta. Artinya, masyarakat tipikal di Jabotabek sudah mampu membeli mobil dengan harga tersebut. Dan kalau kita lihat dari GDP regional, ada daerah yang kaya dan daerah yang terbelakang. Kalau harganya antara Rp100-150 juta, pasarnya terbatas di daerah yang sudah maju atau di kota-kota besar. Sementara di daerah-daerah, saya yakin mereka kurang tertarik. Kalau harganya bisa di bawah Rp50 juta saya rasa akan sangat kompetitif.

Ada kemungkinan bersaing dengan produsen lain seperti dengan Daihatsu Ceria yang 800cc?

Itu teknologinya beda. Kalau yang murah (teknologinya) masih sangat sederhana, tidak pakai karburator, tidak pakai AC, dan bodinya juga disederhanakan. Sejauh itu manfaat proyek ini harus didukung karena dulu ada Maleo. Yang menentukan nanti adalah pasar. Sekarang, bagaimana menumbuhkan pasar dengan memberi prioritas dan pengarahan-pengarahan.

Spesifikasi Mesin “Mobil Indonesia”

Tipe mesin: Bensin 4 langkah, 2 silinder SOHC, 2 valves

Total kapasitas silinder: 485 cc

Bore X Stroke: 65,5 mm X 72 mm

Rasio kompresi: 9:1

Tenaga maksimal: 23 kW (31 HP)/4000 rpm

Torsi maksimal: 55 Nm/3000 rpm

Putaran mesin (Rpm) maksimal: 6000 rpm

Langsam (idle speed): 700 rpm

Klep masuk (intake valve): 31,8 mm

Klep pembuangan (exhaust valve): 27 mm

Bahan baku blok silinder: AI (AC4B)

Bahan baku kepala silinder: Al (AC4B)

Sistem pendingin: Air

Sistem pengapian: CDI Distributor Less

Sistem bahan bakar: Karburator (pompa bahan bakar elektris)

Kapasitas oli: 3 liter

Monday, March 22, 2010

Mobnas Boneo Akan Jadi Mobil Impian

Asianusa di facebook mereka meluncurkan sebuah produk mobnas anyar yang bakal mengisis kekosongan pada segmen mobil impian Indonesia. PT Boneo Daya Utamma, produsen Boneo, meluncurkan beberap tipe dengan variasi warna yang sangat menarik.

Thursday, February 25, 2010

Seharusnya yang dibail-out itu mobnas seperti bail-out GM oleh Obama

Seharusnya yang dibail-out itu proyek mobnas seperti yang dilakukan Obama dengan mobnas mereka GM. Proyek ini menyediakan lapangan kerja bagi jutaan orang yang juga industri turunanya. Satu lagi yang perlu di bail-out adalah IPTN dipecah menjadi PT Di dan 5 perusahaan sejenis lainnya. Utang negara dan pajak rakyat dibuat untuk mengganti rugi sebuah bank yang dirampok sendiri oleh pemilik dan para nasabah fiktifnya.

I am Responsible For Century: Yudhoyono

TEMPO Interactive, Jakarta: President Susilo Bambang Yudhoyono said on Thursday (25/2) that responsibility on Bank Century scandal lies heavily on himself as head of the state and announced to make an official speech, after his meeting with chairmen of the upper house.

Upon starting a second meeting in the day with his cabinet members Yudhoyono said “I as the head of state of certainly the most responsible person, I will make my official speech.”

The official address reportedly will be made soon but the president stopped short on disclosing the time.
Yudhoyono said further “I will construct the speech directly before the public.”

The conclusions from each party in the parliamentary inquiry presented on Wednesday (24/2) absolutely no mention of Yudhoyono's name as the official that should be held accountable for the scandal, focusing their attack instead on Vice President Boediono, Finance Minister Sri Mulyani, Board of Governors of Bank Indonesia, State Deposit Insurance Company, and other officials including one presidential staff.

But the conclusion was not presented before the inquiry committee went to consult the scandal with chairman of the Golkar Party Aburizal Bakrie.

Yudhoyono also advised Vice President Boediono, who is celebrating his 67th birthday today to be prepared and tough.

Wednesday, February 24, 2010

Produsen Mobnas Minta Pemerintah Proteksi Pasar Mobil Murah

Produsen mobil nasional (mobnas) meminta pemerintah membatasi ruang gerak prinsipal asing di pasar mobil murah dengan harga Rp 100 juta ke bawah, sehingga industri mobil asli lokal tersebut mampu berkembang bebas.

Ketua Umum Asosiasi Industri Automotif Nusantara (Asia Nusa) Ibnu Susilo mengatakan, langkah proteksi tersebut sudah lazim ditempuh oleh suatu negara ketika membesarkan industri mobilnya. “Seperti perusahaan otomotif yang sudah mapan pasti beranjak dari kilometer nol dan mereka berkembang lewat dukungan berupa proteksi dan berbagai insentif dari pemerintahnya,” kata Ibnu.

Dia mencontohkan, dukungan penuh yang Pemerintah Malaysia kepada produsen otomotif domestiknya, yakni Proton. “Mereka
juga mulai dari kondisi yang sekarang sedang dijalankan oleh produsen otomotif Indonesia,” terang dia.

Asia Nusa beranggotakan beberapa merek mobnas, seperti Tawon, Gea, Arina, ITM, Fin Komodo, dan Wakaba. Dengan spesifikasi produksi kendaraan bermotor kelas mikro berkapasitas mesin dibawah 1.000 cc. Harga yang ditawarkan atas produk tersebut dikisaran Rp 30 juta-Rp 60 juta per unit. “Pasar inilah yang belum tergarap oleh prinsipal asing. Tapi kabar terakhirnya sudah ada lima prinsipal yang siap terjun ke pasar tersebut,” ujar dia.

Asia Nusa merasa, pemerintah perlu melindungi industri mobnas yang baru memasuki tahap pengembangan komersil berkembang tersebut. Apalagi, Asia Nusa memprediksi pasar mobil mikro mencapai 1,2 juta unit tahun ini. Hanya saja, pemerintah sepertinya belum tanggap terhadap perkembangan industri mobnas tersebut. Pasalnya, banyak hambatan yang mesti dilalui oleh produsen ketika masuk ke pasar komersil.

Misalkan, terang Ibnu, perizinan untuk mengendarai mobil mikro di jalan aspal (on the road). Akibatnya, pesanan konsumen kepada produsen dari Pameran Produksi Indonesia (PPI) di tahun lalu belum terkirim. “Saat PPI tahun lalu antusias pengunjung lumayan tinggi untuk membeli mobnas. Malah dari data yang terkumpul sekitar 3.000 unit belum dapat dikirim ke konsumen hingga saat ini,” ungkapnya.

Wednesday, February 3, 2010

Mobil Dinas Gubernur & Wagub Kaltim Seharga Rp 1,8 M: Saatnya Pejabat Menggunakan Mobnas SMK Murah Meriah!!!

Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) masing-masing mendapat jatah mobil dinas Toyota Land Cruiser (LC) ZX seharga Rp 1,8 Miliar dari APBD Perubahan Kaltim Tahun 2009. Pengadaan dan peruntukkan mobil tersebut dinilai tidak menyalahi peraturan.

"Tidak ada yang perlu dipersoalkan," kata Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Irianto Lambrie, kepada detikcom melalui telepon, Rabu (3/2/2010).

Menurut Irianto, pengadaan mobil dinas tersebut telah dibahas bersama dan mendapat persetujuan panitia anggaran DPRD Kaltim periode 2004-2009, yang tuntas dibahas pada Desember 2009 lalu. "Jadi baru dibeli dan direalisasikan Januari tahun ini," ujar Irianto.

Dijelaskan dia, pengadaan mobil bagi kepala dan wakil kepala daerah juga mengacu Permendagri No 7/2008, yang di antaranya memperkenankan keduanya memiliki 2 unit mobil dinas. Mobil Land Cruiser tersebut akan digunakan untuk menunjang pekerjaan operasional lapangan.

"Tidak hanya di Kaltim, kepala daerah se-Indonesia juga pakai mobil yang sama, kok," kilah Irianto.

Disinggung mengenai poin efektifitas dan efisiensi yang masuk dalam pencanangan 10 program pemerintahan yang baik oleh Gubernur Kaltim Awang Farouk Ishak, Irianto menyatakan setiap pemerintahan memiliki standar tersendiri. Ia kembali menegaskan, mobil dinas tersebut umum diadakan di Indonesia.

"Mobdin Gubernur itu sama, itu standar. Kalau lebih mewah, itu baru dikatakan bermasalah," terangnya.

Pembelian mobil dinas Gubernur dan Wagub tersebut menjadi perbincangan hangat di media massa di Kaltim. Irianto pun menyayangkan kritikan sejumlah pihak yang dinilainya tidak memahami peraturan yang ada.

"Kalau yang mengkritik itu jadi pejabat, tentunya akan membeli mobdin yang sama dan itu standar saja," tambahnya.

Sementara, Wakil Gubernur Kaltim Farid Wadjdy yang ditemui detikcom di kantornya, tidak mau berkomentar terhadap pembelian mobil miliaran rupiah tersebut. Farid sendiri terlihat masih menggunakan mobil sedan yang lama merek Camry 2.4 G bernopol KT 5. Ditanya kenapa tidak menggunakan mobil dinas yang baru, Farid kembali tidak mau berkomentar.

"No Comment lah," ujarnya.

Pengamatan detikcom, mobil dinas anyar itu yang semula diparkir di halaman parkir kantor Gubernur sejak Senin (1/2/2010) lalu, kini tidak lagi berada di tempat tersebut.

"Mungkin sudah dipindahkan di gudang perlengkapan setelah sempat foto mobil itu sempat muncul di koran," kata seorang petugas Satpol PP Pemprov Kaltim.

Saturday, January 30, 2010

Mobnas Jangan Terjebak Eforia

Maraknya mobil karya anak bangsa atau mobil nasional, jangan sampai membuat Indonesia terjebak dengan kesenangan buta belaka, kalau Indonesia sudah bisa menciptakan mobil nasionalnya sendiri.

Hendaknya, tindakan tersebut pun diiringi dengan strategi dan perencanaan matang untuk jangka panjang, serta dukungan penuh dari pemerintah, agar kelangsungan mobil nasional bisa diperhitungkan oleh pasar.

Hal tersebut diutarakan Presiden Direktur Indomobil Sukses Internasional, Gunadi Shinduwinata. Menurutnya, sejauh ini ia melihat bermunculannya mobil-mobil nasional masih sebatas eforia belaka.

"Jangan terjebak eforia, kita juga harus pikirkan jangka panjangnya, agar tidak gagal lagi," ujarnya kepada detikOto di sela-sela peresmian Showroom Hino di Sunter, Jakarta, Sabtu (30/1/2010).

Sudah menjadi hak masyarakat setiap bangsa untuk membanggakan hasil karya bangsanya sendiri, termasuk bidang otomotif. Tapi, tambah Gunadi, eforia dan gembar-gembor semata tidak akan membawa industri mobnas tumbuh.

Akan lebih penting bila pemerintah pun turut ambil bagian bagi perkembangan industri mobil nasional. "Kalau finansial tidak mau, cukup keluarkan kebijakan yang membela mobil nasional," tambahnya.

Kebijakan tersebut harus jelas. Apa yang ingin kita kembangkan dan seperti apa nantinya konsep mobil nasional untuk Indonesia? setelah itu, baru pemerintah belajar untuk konsisten.

Monday, December 28, 2009

Nasib Camry Setelah Ditinggal Menteri

Nama Camry semakin mencuat ketika resmi menjadi mobil dinas para menteri. Tugas Camry kini tergantikan oleh saudara semereknya Toyota Crown Royal Saloon. Lalu bagaimana nasib si Camry berikutnya setelah tidak terpakai menteri?

Diprediksikan, image Toyota Camry tidak akan terlalu berpengaruh setelah tidak digunakan menteri, karena biar bagaimanapun, Camry tetap memiliki popularitas di dunia, jauh sebelum para menteri menggunakannya 2004 lalu.

"Jangan samakan Camry dengan Toyota Crown, karena popularitas Camry tidak hanya di Indonesia, tapi hampir di seluruh dunia," ujar pengamat otomotif, Achdiat A Suhadi ketika berbincang dengan detikOto, Senin (28/12/2009)

Lihat saja bagaimana kiprah Camry di pasar Amerika, bahkan sampai di Arab Saudi. Varian sedan Toyota ini memiliki popularitas yang tidak kecil, apalagi dengan adanya varian hybrid dari Camry.

Sedangkan Toyota Crown, pria yang akrab dipanggil Dodo tersebut, sepertinya tidak melihat popularitas yang sama pada Toyota Crown. "Sepertinya hanya di Indonesia saja nama Crown berkelas," ujarnya.

Sehingga, Camry bakal tetap mendapatkan tempat bagi konsumennya, meskipun mulai tahun 2010 mendatang, sudah tidak digunakan lagi sebagai mobil menteri.

Note: Sayang mobnas ESEMKA belum ada yang produksi, bisa aja kan jadi mobil dinas menteri dan pejabat?

Tuesday, November 24, 2009

Wowwww.... Mobnas Arina Meluncur Tahun Depan, harga cuma 30 jut

Tak perlu menunggu lama lagi. Mobil nasional (mobnas) berharga murah dan hemat energi bakal segera meluncur di jalan dalam negerinya. Tadinya, pemerintah memperkirakan mobnas baru akan diluncurkan setidaknya tiga tahun ke depan. Ternyata, salah satu prototipe mobnas yakni Arina melalui produsennya, PT Wahana Cipta- bakal meramaikan pasar otomotif dalam negeri mulai pertengahan tahun depan.

Arina merupakan satu dari empat mobnas yang telah dibuat prototipenya saat ini. Ketiga yang lainnya adalah Gea, Tawon dan Komodo. Kepastian produksi Arina setelah, ada investor lokal yang bersedia mendanai mobnas ini.Setelah pembuatan prototipe, tahapan analisa pasar pun sudah mulai dilakukan produsen. "Saat ini sudah ada investor lokal, namanya belum bisa di sebut. Kami menyasar pada segmen pengendara motor yang ingin naik level ke mobil,”kata Direktur Teknik Pengembangan Teknologi PT Wahana Cipta Widya Aryadi, kemarin.

Masuknya investor lokal ini yang membuat Wahana Cipta yakin untuk mempercepat proses produksi Arina. Setelah memperkenalkan prototipe Arina selama ini, salah satunya melalui ajang Pameran Produksi Indonesia (PPI). Rencananya, Arina bakal dilego dengan harga sangat murah, hanya Rp 30 juta per unit. Dan pertengahan tahun depan Arena akan sudah masuk ke pasar komersil.

Selain itu, Wahana Cipta berencana memasarkan beberapa pilihan produk ke konsumen, antara lain Arina dengan kapasitas mesin 150 cc, 200 cc, dan 250 cc.

Pabrik produksi Arinan akan berlokasi di Kawasan Industri Terboyo Semarang (KITS) Jawa Tengah. Pabrik ini berkapasitas produksi sebesar 60 unit per hari atau sekitar 20.000 unit per tahun. Produk ini nantinya diluncurkan dalam dua spesifikasi yakni berpenumpang dua kursi duduk dan empat kursi duduk. Jenis mobil Arina masuk kelas hatchback dengan tingkat kandungan lokal di atas 90%.

Langkah memasuki proses produksi, Wahana Cipta tengah memproses pembentukan badan usaha baru PT Arena Motor. Sedangkan upaya mempermulus pemasaran, produsen memiliki komitmen jaringan atas bantuan Asosiasi Karoseri Indonesia (Askrindo). Telah ada empat daerah yang bakal menjadipenetrasi pasar. Yakni, Banten, Jakarta, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selain itu, produsen menggunakan sistem franchise alias wara laba. Strategi ini pun sudah membuahkan hasil. Buktinya, 400 peminat telah terdaftar. "Ada beberapa mitra potensial untuk membangun jaringan antara lain, Bali, Kalimantan, Sumatera, dan Batam. Untuk franchise fee pusat perakitan baru, kira-kira butuh dana sekitar Rp 20 miliar diluar tanah dan bangunan,”jelasnya.

Produsen berharap dukungan pemerintah. Misalkan, terkait kebijakan keringanan pajak yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah No 62 Tahun 2008 tentang insentif Pajak Penghasilan (PPh) untuk industri tertentu dan atau investasi di wilayah tertentu sebesar 30% selama enam tahun. Selain itu, meminta pemerintah lebih mengutamakan merek asli dalam negeri dalam perhitungan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sebuah produk.

Selain itu, dukungan menyangkut hak kekayaan intelektual (HAKI). Produsen lokal berharap ada penghargaan pemerintah untuk merek lokal sehingga memicu kreativitas baru.“Jangan hanya lisensi asing, tapi harus bisa menghargai hasil pemikiran kita dengan hasil rancang bangun asli Indonesia,”pintanya.

Mengenal Tokoh-tokoh Pionir Mobnas Indonesia

1. Aburizal Bakrie, menggagas mobil "Beta 97 MPV"
2. Prof. Bambang Sudibya, penggagas mobnas SMK Indonesia

3. Bj Habibie, penggagas mobnas hidrogen



4. Tomy Suharto, Penggagas mobnas Timor


5. Rini Suwandi, mantan menteri penggagas mobnas Kanzen


6. Bambang Trihatmodjo, penggagas mobnas Bimantara


7. Marimutu Srinivasan, penggagas mobnas Perkasa


8.Masrah Marlip, Penggagas mobil listrik


9.Widya Aryadi, penggagas mobnas Arina


"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya"

Pof. Dr. Bambang Sudibyo: Bapak Mobnas SMK Indonesia

Di masa Bapak Prof. Dr. Bambang Sudibyo, SMK Indonesia bangkit menjadi pionir pembangunan dan penciptaan mobnas SMK yang diproduksi SMK-SMK terbaik di Indonesia

50 Cara anda bisa ikut bantu pembangunan mobnas

Apakah yang bisa dilakukan oleh rakyat seperti kita untuk bisa ikut serta membantu terwujudnya mobnas. Berikut ada beberapa saran:

1. Berusahalah untuk menjadi pembeli pertama mobnas
2. Selalu dorong dan ingatkan pemerintah untuk mewujudkan mobnas dengan tujuan menyediakan lapangan kerja bagi rakyat

3. Ingatkan selalu teman anda bahwa mobnas bukanlah hanya soal prestise tapi penguatan industri otomotif.
4. Beritahu semua orang bahwa dengan mengekspor mobnas bisa membantu menambah devisa negara.
5. Dorong pemda anda untuk ikut aktif mendukung mobnas dengan menajdi konsumen tetap.
6. Jadikan mobnas sebagai "the pride" di daerah anda.
7. Rangsang pemda-pemda anda untuk ikut memproduksi paling tidak satu bagian dari spare part mobnas
8. Ingatkan selalu pemda anda bahwa dengan ikut memproduksi bagian dari mobnas juga ikut mengurangkan pengangguran di daerah anda.
9. Bentuk klub pecinta mobnas di daerah anda
10.Katakan bahwa cinta kepada mobnas bukan berarti harus benci mobil asing, tapi saling melengkapi.
11.Ikutlah dalam lomba-lomba dsain mobnas
12. Selalu ikut aktif memberi sarang pembangunan mobnas
13. Kalau bisa ajak pemda anda untuk kreatif menciptakan mobil daerah (mobda) yang menjadi cikal bakal mobnas.
14. Support pendidikan (universitas, SMK) di daerah anda untuk aktif berpartisipasi dalam riset dan pengembangan mobnas
15. Buka bengkel-bengkel mobnas di sudut-sudut lingkungan anda
16. Dorong perusahaan "finance" untuk ikut memasarkan mobas
17. Bila anda pemilik atau bekerja di bank, dorong bank anda untuk ikut membiayai permodalan pabrik mobnas.
18. Bila anda ahli dibidang "perencanaan" bantu pihak terkait untuk membuat "road map" pabrikasi dan pemasaran mobnas yang menguntungkan dan efisein.
19. Dorong pemerintah agar memberi insentif bagi pengembangan mobas khususnya yang hybrid dan ramah lingkungan.
20. Bantu dalam perancangan teknologi agar mobnas bisa menjadi lebih murah dari mobil sekelasnya.
21. Bila anda pemilik toko onderdil, sediakan stan untuk memasarkan onderdil mobnas.
22. Buatlah brosur-brosur tentang keuntungan-keuntungan mempunyai proyek mobnas dan bagikan ke siapapun yang anda jumpa
23. Bila anda produsen mesin, rancanglah mesin yang paling efisien untuk mobnas, khas Indonesia
24. Bila anda mahasiswa teknik, tak salah untuk selalu berkreasi untuk mendesain mobnas untuk berbagai versi, SUV, sedan, truk dll
25. Bila anda tinggal di luar negeri, pakailah mobnas di sana
26. Cari tahu cara bagaimana menjadi dealer mobil nasional Indonesia di luar negeri.
27. Anjurkan warga Indonesia di luar negeri untuk menggunakan mobnas
28. Dorong perusahaan tempat anda kerja untuk menggunakan mobnas
29. Bila anda pengusaha jasa penyewaan mobil, sediakan mobnas sebagai salah satu pilihan
30. Katakan kepada anak-anak bahwa mengendarai mobnas itu merupakan sebuah kebanggaan bangsa
31. Jadikan mobnas bisa berkeliaran di desa-desa, mendukung pertanian dan angkutan massal
32. Berlomba-lombalah untuk menjadi dealer di daerah atau kecamatan anda.
33. Anjurkan instansi-instansi pemerintah biar berkenan menggunakan mobnas sebagai mobil operasional
34. Bantu desain mobnas untuk tipe luxury, jadi ada mobnas untuk rakyat ada juga untuk kalangan lux, atau bahkan mobil untuk lomba.
35. Bangun rally atau lomba kecepatan yang menggunakan mobnas.
36. Dorong pemerintah agar meniru cara Amerika, dimana GM yang bangkrut saja masih ditalangi milyaran dollar demi menyelamatkan lapangan kerja. Jangan hanya menalangi bank-bank bangkrut yang dirampok sendiri oleh pemilik banknya seperti "bank century" dan duitnya dibawa ke Singapura.
37. Jadikan keluarga anda sebagai pengguna salah satu tipe mobnas
38. Dorong organisasi, asosiasi anda untuk membeli mobnas
39. Ikut sertakan ATPM untuk ikut mendukung mobnas dan tidak perlu merasa tersaingi, kerjasama itu bahkan akan membentuk sisbiosis yang pro Indonesia.
40. Dorong perusahaan baja agar aktif menyediakan produk baja yang efisien.
41. Dorong perusahaan komputer made in Indonesia agar ikut mengembangkan software mobans, bisa diperlukan
42. Bila anda produsen film, jadikan mobnas dalam kendaraan-kendaran di film yang anda produksi.
43. Ikut sertalah merancang desain-desain futuristik mobnas
44. Jadikan mobnas menjadi kendaraan resmi kepresidenan, para pejabat lain pasti terketuk hatinya untuk menjadi konsumen mobnas.
45. Jadikan mobnas menjadi titik awal kebangkitan era industrialisasi di Indonesia yang nantinya merangsang terciptanya, kapal selam nasional, korvet nasional, pesawat angkutan nasional, pesawat tempur nasional yang semuanya buatan dalam negeri.
46. Bantu negara-negara tetangga yang membutuhkan untuk menciptakan mobnas sendiri dengan menalihkan teknologi kita ke mereka dengan privilege bagi bangsa Indonesia.
47. Setelah industri mobas dalam negeri mapan, segera ajak negara-negara di Afrika, Latin, Eropa, Amerika, Timur tengah untuk membat basis-basis produksi di sana.
48. Usahakan mempekerjakan tenaga kerja lokal di sana plus TKI sehingga mendorong mobilitas warga Indonesia di seluruh dunia.
49. Jangan bernah bosan-bosan untuk mengetuk hati pemerintah agar berkenan dan tak perlu takut membuat Indonesia menjadi sebuah negara yang maju dan makmur.
50. Berdoalah selalu agar tidak banyak aral melintang.
51. Anda bisa ikut membahkan cara-caranya...

Chinese cities offering incentives to buy locally-made hybrid cars

Maunya pemda-pemda di Indonesia juga harus aktif merangsang pembangunan mobnas dengan menawarkan diri jadi konsumen tetap. Alangkahnya indahnya Indonesia seperti ini, meniru gaya China.

The city of Shenzhen, China, where automaker BYD is located, has decided to give its citizens a boost to purchase the locally-made cars.

In addition to the nation-wide grants, which can be worth up to 50,000 yuan ($7,320) when buying a hybrid vehicle (60,000 yuan if the vehicle is all-electric), Shenzen is offering discounts up to 60 percent of the car's value. For a 149,800 yuan BYD F3 Dual Mode hybrids (when it becomes available to everybody next June), citizens will be able to get discounts of nearly 90,000 yuan.

A second city in China, Chongqing, is also offering incentives: 36,000 yuan in subsidies and an exemption in bridge tolls of 7,000 yuan when buying a locally-made Junjie (or Jiexun) hybrid MPV, which costs 140,000 yuan.

Wednesday, November 4, 2009

New job, new car: Mana mobnas buatan anak SMK Indonesia itu???

An official from the Malang Financial Management, Assets and Income Agency inspects dozens of cars allocated to Malang regency legislators on Tuesday. The cars will not be handed over to the newly appointed legislators until former councilors hand in their official cars. JP/Wahyoe Boediwardhana

Saturday, October 24, 2009

Hanya 30 juta dollar AS untuk produksi massal mobnas

Panggah Susanto mengatakan, setiap produsen merek mobnas memerlukan dana sedikitnya 30 juta dollar AS untuk membangun fasilitas perakitan. Investasi sebesar itu pun hanya untuk perakitan dengan kapasitas 5.000-10.000 unit per tahun.

Kenyataan itu dialami Widya Aryadi, yang telah memamerkan prototipe dan memperlihatkan kemampuan mobil kecilnya yang diberi nama UPV (Urban Personal Vehicle) dengan harga Rp 30 juta.

“Ternyata tak mudah mewujudkan dan membangun industri mobil murah,” keluhnya ketika bertemu dengan Kompas.com pada Pameran Kreasi Departemen Pendidikan di Jakarta, 11 Agustus lalu.

Padahal, pertengahan Mei 2009, saat mengikuti Pameran Industri Indonesia, Widya dan mitranya bersemangat mewujudkan cita-citanya. Maklum, minat masyarakat terhadap mobil yang dipamerkannya ketika itu sangat tinggi. Tidak hanya konsumen di dalam negeri. “Juga ada pesanan dari Belanda. Mereka minta 1.000 unit,” ungkap Widya yang ketika itu didampingi Anis Muhammad Mufid, mitranya yang bertugas mencari investor.

Waktu itu, Widya juga mengemukakan rencananya untuk memamerkan empat UPV terbaru, sekaligus untuk dites oleh pengunjung IIMS 2009 akhir Juli lalu.

Kenyataannya, rencana tersebut kandas. Bekerja sama dengan produsen sepeda motor dan kendaraan roda tiga, Viar memasok mesin dan sistem penggerak, sementara Uness hanya memamerkan kendaraan kecil paramedik tanpa atap.

Kendaraan kecil yang disebutkan terakhir direncanakan dipakai saat laga MU dan Indonesian All Star sebagai feeder bagi pemain yang cedera. Namun, kendaraan itu urung tampil gara-gara bom teroris di JW Marriott dan Ritz-Carlton, yang menyebabkan MU ciut nyali berekshibisi di Jakarta.

Prototipe yang sempat dipajang di IIMS 2009 ini baru hadir dua hari menjelang event ditutup. Tak ada lagi gaung dan masyarakat yang semula berharap bisa mencoba mobil tersebut tak kunjung mendapatkan kepastian sampai pameran usai.

Prototipe
“Produk tersebut baru sampai tahap prototipe. Belum sampai ke uji tipe. Produsen juga mempertimbangkan, apa mobil tersebut laku dijual atau tidak,” seru Panggah di Jakarta, Selasa (25/8) tentang realisasi proyek mobil nasional tersebut.

Rektor Uness Prof Dr Sudijono Sastro-Atmodjo juga tak lupa mengomentari mobil kecil dan murah yang dikembangkan oleh lembaga yang dipimpinnya itu. “Satu generasi (maksudnya satu prototipe) lagi baru bisa diproduksi. Masih banyak yang harus diperbaiki,” ungkapnya saat menyaksikan salah satu mobil terakhir sedang diperbaiki di Departemen Pendidikan Jakarta.

Ia menambahkan, faktor keselamatan bagi penumpang kendaraan ini harus dipikirkan lebih lanjut. “Ini menyangkut nyawa manusia,” ujarnya.

Sementara itu, Widya mengatakan, ia menciptakan kendaraan kecil itu untuk mengikuti jejak Tata Motors, raksasa industri mobil India yang menciptakan Nano, dari sisi berbeda. “Kalau Tata membuat Nano dengan memperkecil ukuran mobil, saya ingin membuat sepeda motor yang dimobilkan. Namun, tetap menggunakan empat roda. Tidak tiga roda seperti Bajaj” ungkapnya.

Kenyataannya, kendati banyak yang tertarik terhadap kendaraan ini—berdasarkan respons masyarakat ketika Kompas.com mengulas kreasi Uness ini—nyatanya untuk menghadirkan 4 prototipe tidak mudah.

Padahal, ia menciptakan mobil mikro ini, selain ingin memanusiakan moda transportasi Indonesia, minat terhadap kreasinya cukup tinggi. Seperti dijelaskannya, hal itu termasuk pengganti Bajaj yang sekarang ini harganya makin mahal. Ia juga menyebutkan, pasar lain untuk kreasinya tersebut adalah operasional lapangan golf dan perkebunan.

“Ukurannya yang kecil, mudah bergerak di sela-sela pohon kelapa sawit. Digunakan sebagai kendaraan pengumpul,” ucap Widya lagi.

Kenyataannya, jalan menuju ke arah itu tidak semudah yang diperkirakan dosen muda yang kreatif ini. Ia bisa menerawang peluang. Namun, investor lebih pintar bermain dengan uang!

Thursday, October 22, 2009

Kabinet baru 2009: Adakah yang perduli dengan industri otomotif pribumi???

Dengan adanya kabinet baru sekarang ini, adakah pihak yang berpikir untuk mendewasakan industri-industri mobnas yang bisa menyediakan lapangan kerja bagi rakyat????

Wednesday, September 9, 2009

Kiprah SMk Kanzen: Mobil Nasional

Mobil nasional (mobnas) bakal lahir dari tangan-tangan terampil siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kanzen yang berlokasi di kawasan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur.

Direktur Pembinaan SMK Depdiknas Dr. Joko Sutrisno, Senin (26/1), mengatakan, mobnas yang bakal lahir dari Kota Malang ini berbeda dengan mobnas Timor beberapa waktu lalu yang diprakarsai Tommy Suharto.

"Mobnas yang diberi merek SMK S UVI itu sekarang masih dalam perakitan dan akan diproduksi massal jika sudah sempurna. Harganya juga tidak terlalu mahal, yakni rata-rata Rp 80 juta per unit on the road," katanya disela-sela kunjungannya ke SMK
10 Malang bersama Mendiknas Prof. Bambang Sudibyo.

Untuk mempercepat realisasi lahirnya real mobnas tersebut, katanya, Depdiknas
telah menandatangani naskah kerja sama (MoU) dengan Kanzen November 2008. Selain memproduksi mobil dengan harga murah, kata Joko, SMK tersebut juga merakit sepeda motor sendiri. Bahkan, yang sudah selesai dan siap pakai juga telah dipesan beberapa konsumen.

Sepeda motor yang diberi merek SMK Kanzen itu seharga Rp 7 juta per unit.

"Dari SMK percontohan ini lahir berbagai produk, selain mobil dan sepeda motor, di sini juga diproduksi laptop murah serta animasi berkualitas," katanya. Menurut dia, seluruh SMK di Indonesia nantinya wajib memiliki laptop yang diawali dari Kota Malang sebagai produsen laptop murah seharga Rp 5 juta per unit.

Menyinggung kompensasi bagi siswa yang terlibat dalam perakitan maupun produksi sepeda motor, mobil, laptop, dan animasi tersebut, Joko mengatakan, semua fasilitas
peralatan dipenuhi oleh pihak sekolah.

"Setiap siswa yang terlibat mendapat keuntungan tak langsung karena mereka hanya bisa praktik dan mengutak-atik berbagai desain. Secara materi mereka akan mendapatkan jaminan makan saja," katanya menjelaskan.

Saturday, September 5, 2009

Sayang sekali: Bakrie Kubur Ambisi Mobnas "Beta 97 MPV"

Lama sebelum lahirnya mobil nasional baru seperti Gea, Arina, Tawon maupun Komodo, Indonesia sebenarnya sudah memiliki ambisi besar untuk membuat sebuah mobil nasional.

Sebab sudah sejak akhir tahun 1994 Grup Bakrie melalui Bakrie Brothers menggugah sebuah mobil nasional terbaru Indonesia.

Mobil yang dinamakan Beta 97 MPV ini memiliki desain orisinal buatan rumah desain Shado asal Inggris.

Hal itu tentu berbeda dengan kehadiran Timor dan Bimantara yang sebenarnya sebuah bentuk pergantian merek dari Kia maupun Hyundai.

Pada bulan April 1995 disain Beta 97 MPV pun telah selesai dan mulai diperlihatkan ke manajemen Bakrie dan setelah itu, desain tersebut pun langsung dikembangkan hingga prototipe mobil ini selesai di tahun 1997.

Bakrie pun sudah mulai menyiapkan segala aspek pendukung mobil ini mulai dari perakitannya hingga ke persiapan anggaran produksi.

Jadwal peluncuran mobil ini sesungguhnya sudah disiapkan yakni pada bulan Desember 1997.

“Sayang krisis meluluh-lantakkan proyek kebanggaan nasional tersebut,” ujar sumber detikOto di keluarga Bakrie.

Raksasa kapital Indonesia ini pun sudah mengubur calon mobil nasional yang di pertengahan tahun 1990 telah mereka kembangkan yakni Beta 97 MPV.

“Sejak gagal diluncurkan, belum ada lagi pembicaraan di dalam perusahaan,” ungkapnya.